Bioskop Independen Pertama Dibangun di Pasar Teluk Gong

Bioskop Independen Pertama Dibangun di Pasar Teluk Gong

Bioskop Independen Pertama Dibangun di Pasar Teluk Gong

Titik balik baru dalam sejarah bioskop Indonesia, tertanam di PD Pasar Jaya, Pasar Teluk Gong, di Jakarta Utara. Sebuah gedung bioskop yang disebut Indiskop, tentunya akan dengan cepat melengkapi pasar yang umumnya menawarkan persyaratan sehari-hari dari wilayah yang berbatasan. Hebatnya, pusat ini tentu saja tidak hanya akan menjadi sarana untuk menikmati film, namun juga akan menjadi fasilitas penciptaan bagi siapa saja, khususnya anak-anak muda yang perkembangannya terus menjadi signifikan Bioskop Independen Pertama Dibangun di Pasar Teluk Gong.

Adalah Marcella Zalianty, bintang muda pemenang piala foto, ketua umum Parfi56, dan juga Direktur Penanganan Keana Films yang memiliki ide untuk menciptakan jaringan bioskop pertama yang menargetkan bagian iklim ekonomi menengah ke bawah. Bangunan dan konstruksi bioskop di pasar Teluk Gong adalah pekerjaan percontohan dari jaringan bioskop nasional. Diharapkan bahwa kota-kota lain pasti akan menembus area level 2.

“Diharapkan Indiskop juga akan menjadi salah satu layanan untuk mengurangi harga besar pembajakan film. Salah satu faktornya adalah karena tidak ada kerangka kerja bioskop di daerah itu, untuk pergi menonton bioskop. Saya tidak menyebutkan tiket masuk.” harga ke Jakarta terjangkau, karena memberi kesan pusat-pusat yang semuanya seadanya. Namun hemat biaya. Dengan fasilitas yang tidak jauh berbeda dengan bioskop-bioskop di pusat perbelanjaan kelas atas, “kata Marcella.

Bioskop Independen Pertama Dibangun di Pasar Teluk Gong

Di sisi lain, Indonesia – Independent Movie Theatre Indonesia – dengan konsep “Beyond Cinema for Everyone” akan menambah ragam tontonan bioskop nanti … yang jumlahnya masih terbatas, secara khusus berbeda dengan China dan Korea, dengan proporsi dari 1 tampilan hingga 175.000 orang di seluruh Indonesia. Indiskop yang menjangkau masyarakat kelas menengah, akan menyamai ekosistem film di Indonesia dari sisi infrastruktur. Di lokasi DKI, Indiskop memilih tempat-tempat dalam struktur PD Pasar Jaya yang sengaja dibuat dan dengan negosiasi lingkungan.

“Nanti bioskop ini akan menampilkan 2 layar yang dipadukan dengan pusat-pusat pendukung sebagai fasilitas untuk tugas-tugas kreatif untuk daerah di sekitar pasar Teluk Gong. Saya sangat berterima kasih atas ide membuat Indiskop disambut oleh Pemerintah Federal Daerah DKI Jakarta serta Badan Situasi Ekonomi Kreatif Indonesia, dengan sedikit keberuntungan memperoleh bantuan konkret seperti Diharapkan dapat bersinergi dengan salah satu KJP dan juga program-program, diperlukan pekerjaan kumulatif kami untuk mengembangkan budaya menonton yang unik di antara generasi muda, khususnya di di tengah era elektronik yang terus berkembang, namun saya yakin menonton bioskop masih memiliki berbagai nilai pengalaman dan tidak bisa didapat ketika menonton di komputer laptop atau ponsel.

Bioskop Pertama Menjadi Hiburan

Indiskop juga dianggap mendukung program perhitungan DKI untuk meningkatkan pasar iklim ekonomi kreatif, dengan berbagai fasilitas pendukung seperti situasi ekonomi imajinatif yang adil. Ada juga fasilitas jajanan kuliner nusantara. Bukan hanya Pemerintah Federal Provinsi DKI Jakarta, Perusahaan Ekonomi Kreatif tentu juga akan memainkan peran dalam mempertahankan program Indiskop sebagai pusat komunitas yang inovatif, “kata Marcella.

Proyek percontohan di pasar Teluk Gong tentu akan memiliki dua bioskop, masing-masing dengan kemampuan 112 penonton. Pusat bangku, stereo, proyektor, dan layar tidak jauh berbeda dari bioskop jaringan yang ada. Visibilitas Indiskop juga ditingkatkan oleh Creative Community Center dengan mengadakan lokakarya rutin dan pelatihan untuk industri kreatif di pagi hari, sebelum penyiaran serta membantu dengan keberadaan UMKM di sekitar mereka untuk memajang produk mereka di Indonesia, serta mengisi pusat kuliner nusantara Bioskop Independen Pertama Dibangun di Pasar Teluk Gong.

“Teknologi elektronik saat ini membuat setiap hal kecil sangat mudah dan juga berkualitas tinggi, termasuk pusat pemesanan tiket online. Saya menyambut pemerintah daerah di kota-kota lain untuk mengembangkan indiscope sebagai jenis layanan ke daerah yang membutuhkan fasilitas hiburan pendidikan yang berguna untuk pertumbuhan imajinasi, tetapi efeknya tentu akan sangat besar, namun dalam hal ini memerlukan nyali dan juga peradangan padat yang bukan hanya sebuah bisnis. Harus ada permulaan bahwa dengan sedikit keberuntungan pasar dapat mendorong investasi keuangan yang lebih besar, terutama dari dalam negara untuk model bioskop di kisaran ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *