Teater Film Independen Bangkit dan Berkembang

Teater Film Independen Bangkit dan Berkembang

Teater Film Independen Bangkit dan Berkembang

Gedung bioskop di perempatan Senen, Jakarta Pusat, masih berdiri, dengan banyak poster film baru. Meskipun demikian, tidak ada lagi film yang diputar – baru atau lama.

Menurut BBC Indonesia, Grand Movie theatre, bioskop terakhir di Jakarta di luar jaringan tim besar, akhirnya berhenti berjalan mengingat Januari 2017 itu.

Kisah Grand Theatre, yang merupakan napas terakhir bioskop independen di Jakarta, menandai keunggulan hanya tiga bisnis: Grup 21, Teater Film CGV, dan juga Cinemaxx. Dari 1.200 layar bioskop di seluruh Indonesia, ketiganya menguasai 93 persen layar. Sisanya adalah layar bioskop independen yang hanya dapat ditemukan di luar Jakarta.

Menurut ketua bisnis bioskop bersama di seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, bioskop independen mengalami kesulitan mengambil bioskop jaringan karena kebanyakan orang di Jakarta memilih untuk menonton di jaringan bioskop.

Teater Film Independen Bangkit dan Berkembang

Di antara tantangannya, sinema independen hampir tidak mungkin terjadi di pusat perbelanjaan yang ramai serta membeli gedung, seperti sinema Group 21, CGV Cinema, dan juga Cinemaxx.

Karena itu, sinema independen, kata Djonny, menyasar wilayah regional.

“Untuk film yang sama, tarif tiketnya beragam. Di wilayah itu, tarif tiketnya Rp. 25.000, kalau malam Rp. 30.000. Kalau kita jual Rp. 50.000, daya beli masyarakat di lokasinya tidak bisa, “klaim Djonny.

Bioskop independen di Cilacap, Jawa Tengah. Investasi satu bioskop independen mencapai Rp2,5 miliar.

Daftar Bioskop Independen Di Indonesia, seperti baru-baru ini sebagai penggemar film, mungkin hanya 3 jaringan bioskop yang signifikan yang diakui oleh penonton di Indonesia, khususnya Cinema 21 / XXI, Cinemaxx dan juga CGV Strike. Namun sebenarnya ada sejumlah bioskop yang dikelola secara terpisah oleh pengusaha lingkungan kami yang tersebar di berbagai daerah.

Bioskop-bioskop tersebut juga muncul untuk menonton film-film terbaru dan juga memberikan kenyamanan yang tidak di bawah standar jaringan bioskop besar yang ada. Ini jelas merupakan hal yang positif karena dapat membantu menyebarkan bioskop di lokasi yang sebenarnya belum terjangkau oleh jaringan bioskop besar.

Yang patuh adalah bioskop independen di lingkungan yang tidak dikenal secara umum:

Cineplex Platinum

Cineplex Platinum yang baru memiliki 5 cabang, khususnya di daerah Bitung, Cibinong, Magelang, Sidoarjo dan juga Solo. Jaringan sinema ini telah berjalan sejak September 2012. Teater film mengungkapkan film-film seperti CGV Blitz dan Cinemaxx yang merupakan kombinasi dari film regional, Hollywood, Jepang dan juga Korea.

Bioskop ini juga memiliki pusat kelas tinggi seperti bioskop besar lainnya, khususnya kursus Gold Seat dan Platinum Seat. Selain itu, bioskop ini juga memberikan paket harga tiket untuk pasangan (Pair Seat) di antara Rp. 65.000-85.000. Harga tiket rutin di bioskop Cineplex Platinum bervariasi mulai dari Rp20.000-50.000 Teater Film Independen Bangkit dan Berkembang.

Cineplex Bintang Baru

Jaringan bioskop New Celebrity Cineplex juga masih tersebar di Jawa. Hingga saat ini terdapat 7 bioskop yang dimiliki oleh jaringan ini, khususnya di daerah Banyuwangi, Jember, Kudus, Madiun (Sun City dan juga Timbul Jaya), Pasuruan dan juga Sidoarjo. Jaringan bioskop hanya memiliki dua hingga tiga studio di setiap bioskop atau dapat dikatakan bioskop kecil. Harga tiket di bioskop New Star Cineplex juga sangat murah, mulai dari Rp. 22.500 hingga 30.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *